Pembagian Sihir Menurut Ar-Razi rahimahullah

2

Abu ‘Abdillah Ar-Razi mengungkapkan bahwa macam-macam sihir itu ada delapan, yaitu:

  1. Sihir orang-orang Kildan dan Kisydan yang mereka adalah para penyembah tujuh bintang.
  2. Sihir orang-orang yang suka berilusi dan mempunyai jiwa yang kuat.
  3. Meminta bantuan kepada para jin yang bersemayam di bumi. Mereka ini terbagi menjadi dua bagian: jin mukmin dan jin kafir, yang tidak lain mereka (jin kafir tersebut –ed) adalah setan.
  4. Ilusi, hipnotis, dan sulap.
  5. Berbagai tindakan menakjubkan yang muncul dari hasil penyusunan alat-alat secara seimbang dan sesuai dengan ilmu rancang bangun, misalnya seorang (patung –ed) penunggang kuda yang memegang terompet, setiap berlalu satu jam, maka terompet itu akan berbunyi tanpa ada yang menyentuhnya. (Mengenai hal ini, Wahid bin ‘Abdissalam bin Baali memberi keterangan, “Berkenaan dengan hal tersebut perlu saya (penulis) katakan, ‘Sekarang ini, hal-hal tersebut sudah sangat biasa, apalagi setelah terjadi kemajuan ilmu pengetahuan yang menjadi sebab ditemukannya berbagai hal yang menakjubkan’”).
  6. Memakai bantuan dengan obat-obatan khusus, yakni yang terdapat pada makanan dan minyak.
  7. Ketergantungan hati.
  8. Usaha melakukan pergunjingan dan pendekatan diri dengan cara terselubung dan nyaris tidak terlihat. Dan hal ini sudah tersebar luas di kalangan masyarakat.(Tafsir Ar-Razi [II/231])

Ibnu Katsir mengatakan, “Ar-Razi telah memasukkan berbagai hal yang telah disebutkan sebagai bagian dari sihir karena terlalu halus untuk dilihat oleh pandangan mata, sebab menurut bahasa Arab, sihir adalah berarti sesuatu yang halus dan sebabnya tersembunyi.” (Tafsir Ibnu Katsir [I/147])

Diringkas dari buku Sihir dan Guna-Guna, karya Wahid bin ‘Abdissalam bin Baali (hlm. 51—53), penerbit: Pustaka Imam Asy-Syafi’i, Bogor