Hampir setiap kasus sihir yang pernah diterapi slalu berbeda dengan kasus yang sebelumnya, meskipun dalam satu jenis misalnya sihir mahabbah (cinta / pellet). Seseorang yang terkena sihir mahabbah pada umumnya langsung merasa cinta, rindu, nekat ingin nikah dengan pemohon sihir, ada yang langsung sadar dirinya tersihir, dan ada yang tidak sadar, atau bahkan menolak kalau dianggap terkena sihir, karena menurutnya adalah cinta suci. Ada juga yang disertai gangguan lain seperti pusing, gemetar, berdebar-debar, gerak-geriknya aneh, tidak dapat konsentrasi berpikir, sakit pada bagian tertentu, kesurupan, mengamuk, dan sebagainya.

Macam-macam dan jenis-jenis sihir :

1. Sihir perasaan / kejiwaan, seperti rasa cinta atau benci, merasa takut atau berani, merasa sakit, merasa digauli atau menggauli orang lain, merasa ditemani orang lain, merasa digunjing orang lain, merasa diperhatikan terus oleh orang lain, dll.

2. Sihir kekuatan ghaib, pada umumnya sihir ini dicari orang dan dimanfaatkan untuk menjaga diri, seperti : pandangan matanya dapat menjatuhkan cicak, pukulan jarak jauh, kebal senjata tajam, tidak mempan dibakar, tahan sengatan serangga atau gigitan ular berbisa, dapat berjalan diatas air, menggerakkan benda lain tanpa disentuh, dapat menghilang dari pandangan orang lain tanpa sembunyi, dll.

3. Sihir pandangan mata atau sulap tanpa menggunakan ketangkasan gerak. Dalam sejarah sihir semacam ini pernah dilakukan oleh tukang sihir pendukung fir’aun dihadapan masyarakatnya. Tali-tali yang mereka lemparkan dengan mantra-mantra sihir, terlihat seperti ular-ular bergerak.

4. Sihir gangguan pada bagian anggota tubuh, misalnya, kaki kesemutan terus menerus, menggaruk kepala melulu tanpa sebab, tidak bisa kenyang meskipun makan banyak, buang-buang air melulu, buang angin terus menerus setelah habis berwudhu’, atau saat shalat, badan lemas, mengantuk dan malas ketika mendengar adzan, selalu mengantuk di siang hari meskipun sudah banyak tidur, bukan terpengaruh obat penenang atau tekanan darah rendah. Ada juga yang terkena sihir gangguan ingatan, mirip seperti orang gila, dan ada seorang mahasiswi hilang ingatan dengan pingsan sehari sampai 4x selama delapan tahun.

5. Sihir penyakit medis yang parah dengan banyak kejanggalan dan keanehan, misalnya : tanpa sebab yang jelas dan dinyatakan normal oleh dokter, sakit perut seperti di tusuk-tusuk, berak darah padahal tidak ada bagian dalam yang luka, sesak nafas seperti ada yang mencekik lehernya, kaki lumpuh, sakit kulit bernanah, panas seperti dibakar bertahun-tahun, tiba-tiba terlukan dan berdarah tanpa sebab, atau ada penyakit yang berpindah-pindah dalam tubuh.

6. Sihir permusuhan dan perceraian. Sebagaimana disebutkan dalam surah Al Baqarah ayat 102 Diantara sihir yang di ajarkan oleh syaitan adalah untuk memisahkan hubungan suami isteri. Suatu ikatan yang kokoh secara hukum, sosial, moral, dan kejiwaan. Tetapi Al Qur’an menyebutkan hal itu mungkin dilepas dan dipisahkan dengan kekuatan sihir syaitan. Apalagi ikatan-ikatan lain seperti untuk kepentingan bisnis yang tidak berdasarkan iman dan takwa.

7. Sihir ramalan nasib, sihir pencarian barang, pencurian, menghilangkan barang, tolak hujan, tolak hama, tolak pencuri dan sebagainya. Tukang ramal, dukun yang diminta untuk mencarikan barang hilang, orang kabur, atau diminta memberikan tuyul untuk mencuri, dan sejenisnya itu semua termasuk bagian dari sihir dengan memohon bantuan syaitan. Ketika kita banyak berdzikir, membaca Al Qur’an, dan bertawakal kepada Allah, niscaya Allah selalu menjaga diri, keluarga dan hak milik kita.

Pada prinsipnya, terapi ruqyah dan doa bukanlah sekedar untuk mengatasi gangguan sihir itu saja, tetapi Al Qur’an adalah obat sekaligus hidangan rohani bagi jiwa yang kering keimanannya dan pelita yang memencarkan Nur Illahi dalam hati. Maka banyak saudara kita yang mulai sadar dan bertaubat dari kemusyrikan setelah mengenal terapi ini, dan mendapat bimbingan dari Allah untuk beribadah dengan baik dan menghancurkan benda-benda kemusyrikan yang selama ini diyakini mempunyai kekuatan untuk menangkal atau mendatangkan keselamatan.

Adapun bacaan langsung ke telinga pasien atau melalui media elektronik, atau bacaan pada air adalah sebagai wasilah semata. Tetapi kita harus memastikan yang membacakan adalah orang yang shalih dengan bacaan yang benar dan jelas-jelas ayat atau doa tanpa ada unsur syirik dan kita pun tidak boleh meyakini bahwa bacaan itu hebat atau CD / KASET itu keramat, atau air itu sakti dan berkhasiat. Tidak ada upaya dan kekuatan kecuali dengan izin Allah.

Oleh : Al Ustadz Fadhlan Abu Yasir, Lc