Buah Delima (Punica Granatum) sudah tidak asing lagi di telinga kita. Tanaman ini seringkali di tanam di pekarangan rumah sebagai tanaman hias, tanaman obat, atau karena buahnya yang dapat dimakan ,  apalagi jika sedang berbuah menambah keindahan tanaman ini.Buah  ini  berbentuk bulat hampir sebesar buah jeruk, tetapi berwarna merah mengkilat. Tidak hanya itu saja, buah delima ada juga yang berwarna putih dan ungu. Selain warna buahnya yang menarik, buah delima juga memiliki khasiat yang sangat luar biasa.

Buah delima aslinya dari Himalaya, India, Pakistan, Afghanistan dan Timur Tengah
.Rasanya manis dan semakin merah buahnya maka semakin manis pula rasanya.Buah delima mengandung banyak vitamin dan antioxidant yang tinggi , sangat baik untuk kesehatan kita , bagi yang berpenyakit jantung  juga baik untuk kulit dan membuat awet muda .
Buah  ini berkhasiat mengobati berbagai macam penyakit. gangguan perut, gangguan jantung,kanker, perawatan gigi, rematik, kurang darah dan diabetes. Delima juga mengandung fosfor, kalsium, besi dan sodium yang berkhasiat menjaga detak jantung agar tetap normal. Seluruh bagian tanaman ini bisa digunakan sebagai obat, mulai buah, biji, bunga, daun, kulit buah, kulit kayu, hingga kulit akar.

Secara tradisional, buah delima biasa digunakan untuk membersihkan kulit dan mengurangi peradangan pada kulit.  Jus buah delima juga bisa mengurangi derita radang tenggorokan. Menurut penelitian yang dilakukan oleh American Journal of Clinical Nutrition, buah delima yang kaya antioksidan ini bisa mencegah oksidasi LDL atau kolesterol jahat dalam tubuh.
Minuman sari buah delima dikenal sebagai sari buah sehat, tinggi khasiatnya. Sari buah delima tinggi kandungan ion kalium (potasium), vitamin A, C dan E serta asam folic. Dari bagian biji yang dapat dimakan, kandungan kalium per 100 gram (259 mg/gr), energi 63 kal, 30 mg vitamin C. Komponen ini dianggap sangat penting bagi kesehatan jantung (Time, Desember 2003).

Berikut beberapa manfaat  dari buat delima:

1. Sari buah delima  mengandung flavonoid yang tinggi, kaya dengan anti carcinogenic, suatu jenis antioksidan kuat yang penting perannya untuk mencegah berkembangnya radikal bebas di dalam tubuh sekaligus memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak, serta mampu dalam memberikan perlindungan terhadap penyakit jantung, kanker kulit, dan kangker prostat. Antioksidan yang terkandung didalamnya membantu mencegah penyumbatan pada pembuluh darah arteri oleh kolesterol. khususnya bagi mereka yang beresiko tinggi untuk penyakit tersebut .

Bahkan kandungan antioksidan dalam buah delima jumlahnya tiga kali lebih banyak daripada wine atau teh hijau. Peneliti dari Vanderbilt University Medical Center menemukan bahwa orang yang meminum jus 3 kali atau lebih dalam seminggu, dapat menurunkan risiko terkena alzheimer hingga 76% dibandingkan orang yang tidak minum jus sama sekali .
Jus delima mengandung anti bakteri dan anti virus yang dapat mengurangi plak gigi.
Buahnya dapat membersihkan lambung.

2. Daunnya berkhasiat untuk peluruh haid. Daging buahnya berkhasiat sebagai penyejuk.
Bijinya memiliki sifat sejuk, tidak beracun, berkhasiat sebagai pereda sakit demam, anti tiksik, melumasi paru dan meredakan batuk.

3. Untuk gangguan pada pencernaan, misalnya perut sering kembung, mual dan sering terasa perih, minumlah  air seduhan daun delima.


Caranya  : ambil 5 helai daun delima, cuci kemudian di iris halus. Seduh  irisan daun delima tersebut dengan air  mendidih kira-kira setengah gelas. Biarkan sampai 5 menit, minum air seduhan tersebut hangat-hangat, selama 5 hari berturut-turut. Insya Allah pencernaan Anda akan sehat kembali.
Kulit delima pun dapat digunakan untuk pengobatan diare  dan  masalah pencernaan. Rebus kulitnya dan minum airnya
4. Kekurangan zat besi seperti anemia biasanya dengan simptom lemah,letih dan sering pusing. Makan buah delima adalah pilihan yang baik karena buah delima kaya akan zat besi juga.

5. Penyakit diabetes pun sangat baik jika makan buah delima.

6. Cacingan . 

Kulit delima (dadat) dapat mengobati sakit perut karena cacingan, disentri, diare, wasir berdarah, muntah darah, batuk darah, pendarahan rahim, radang tenggorokan, radang telinga, keputihan, dan nyeri lambung.
Cacingan
a. Cuci 7 gram akar delima yang telah dikeringkan, lalu potong-potong seperlunya. Rebus dengan satu gelas air selama 15 menit. Setelah dingin, saring dan minum airnya sekaligus.

b. Rebus kulit keringnya dan serbuk biji pinang (masing-masing 15 gram) dengan tiga gelas air bersih. Didihkan perlahan-lahan selama satu jam. Setelah dingin, saring dan minum sekaligus sebelum makan pagi.

c. Campur jus buah delima dengan jus wortel, masing-masing setengah gelas. Aduk sampai merata, lalu minum sekaligus.

d. Masukkan satu sendok makan bubuk biji delima kering ke dalam segelas jus nanas yang belum terlalu masak. Aduk merata, minum sewaktu perut kosong.

7. Bunga delima dapat mengobati radang gusi, pendarahan, dan bronkitis .
Cuci bunga (tujuh kuntum) dengan air bersih, lalu rebus dengan segelas air bersih sampai mendidih. Setelah dingin, saring dan gunakan untuk kumur-kumur.

8. Daging delima dapat dimanfaatkan sebagai penurun berat badan, sariawan, tekanan darah tinggi, sering kencing, rematik, dan perut kembung.

9. Biji delima dapat dipakai sebagai obat penurun demam, batuk, keracunan dan cacingan.

10. Sering buang air kecil.

Sediakan 1 buah delima masak yang masih segar lalu ambil isi berikut bijinya. Tambahkan segenggam kucai yang sudah dicuci bersih dan dipotong seperlunya. Rebus bahan dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa separuhnya. Setelah dingin saring. Minum ramuan 2 kali sehari, masing-masing tiga perempat gelas.11. Keputihan
Sediakan 30 gram kulit delima kering dan 15 gram herba sambiloto kering. Cuci bersih, lalu rebus dengan 1 liter air, sampai airnya bersisa separuhnya. Setelah dingin, saring air rebusan. Lalu bagi menjadi 3 bagian untuk diminum 3 kali sehari, pagi, siang dan malam. Ramuan ini juga dapat digunakan untuk mencuci vagina.

12. Batuk yang sudah berlangsung lama
Sediakan buah delima yang belum terlalu masak. Di malam hari sebelum tidur junyah bijinya sampai halus, setelah itu buang dan jangan ditelan.

13. Menurunkan berat badan
Sediakan 2 buah delima yang masih muda. Ambil isinya, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan setengah cangkir air masak dan sedikit garam. Remas sampai merata lalu peras dengan kain. Minum air perasan sekaligus. Lakukan setiap hari sampai kelihatan hasilnya.

14. Pendarahan.

Rebus bunga delima (20 g) dengan tiga gelas air bersih sampai tersisa separuhnya. Minum air rebusan dua kali sehari, masing-masing tiga perempat gelas.15. Luka.

Campurkan serbuk kulit buah atau bunga secukupnya dengan minyak wijen. Aduk merata, lalu oleskan pada bagian yang luka.16. Sariawan. 

Ambil dua buah delima segar yang sudah masak. Ambil isi berikut bijinya, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan satu gelas air sambil diaduk merata, lalu saring. Gunakan airnya untuk berkumur, lalu telan. Lakukan 2–3 kali sehari, sampai sembuh.17. Suara serak, tenggorokan kering.

Ambil sebuah delima segar, belah, dan ambil isinya. Kunyah, lalu buang bijinya. Lakukan 2–3 kali sehari.18. Untuk pemakaian luar, rebus kulit buah atau kulit akar, lalu gunakan airnya untuk berkumur, sebagai obat radang gusi, sakit tenggorokan, luka tersiram air panas dan infeksi jamur pada kaki.

19.  Buah delima mengandung antibakteri dan antiviral dapat menambah kekebalan (imunitas) pada tubuh.Berdasar hasil penelitian di AS buah delima dapat mengobati HIV/AIDS.Dari hasil penelitian itu buah delima kembali menjadi buah yang terkenal, bukan hanya buah penyegar tubuh yang enak dikonsumsi.

Menurut penelitian pada bagian akar pohon delima mengandung zat alkaloid dan tannin, dari segi medis dapat mencegah berkembang biaknya bakteri, terutama untuk mencegah laju pertumbuhan cacing hati dan cacing pita. Pada bahagian buah delima termasuk isi dan kulit dapat mencegah dan mengendalikan pertumbuhan virus volio dan virus HIV-1. Mikroba pathogen yang ditemukan dalam darah penyandang HIV dapat dicegah dengan tanin dan senyawa polipenol yang terdapat di dalam buah delima. 


Begitu juga dengan bunga delima ini kini menjadi perhatian para ilmuwan kedokteran karena berpotensi mengendalikan penyebaran infeksi di dalam tubuh, termasuk infeksi karena virus HIV penyebab penyakit AIDS.

(Dari Berbagai Sumber)