Kacang mengandung asam lemak tak jenuh dan berbagai nutrisi yang sangat penting ,kaya akan vitamin E, asam folat, berbagai mineral , tembaga, magnesium dan asam amino arginin, yang masing-masing memainkan peran penting dalam mencegah penyakit jantung.

Kacang kenari, almond, kacang hijau, kacang kulit, dsb, jenis-jenis kacang itu yang mempunyai nutrisi komplit pada setiap butirnya

Tetapi sebenarnya tidak terlalu penting jenis kacang apa harus yang dikonsumsi,
karena kandungan nutrisi dan lemak pada kacang berbeda-beda tergantung jenisnya.

Kacang-kacangan yang kecil dapat memberi banyak manfaat kesehatan pada tubuh, mulai dari mengobati penyakit jantung, kolesterol, diabetes, kanker, menurunkan berat badan hingga mencegah pikun.

Berbagai penelitian menunjukkan orang yang rutin makan kacang-kacangan memiliki kadar kolesterol jahat (LDL) rendah dalam darah. Kadar LDL yang tinggi itu yang menyebabkan risiko tinggi pada penyakit jantung. Oleh karena itu, kemampuan yang dimiliki kacang adalah peran penting untuk menurunkan LDL.

Selain mengurangi risiko penyumbatan pembuluh darah yang bisa memicu serangan jantung fatal, kacang juga meningkatkan kesehatan pembuluh arteri. Meskipun ada berbagai ragam dan jenis kacang, namun para ahli sepakat kacang pada dasarnya mengandung lima kandungan yang penting untuk jantung, seperti:ASAM LEMAK TAK JEBUH

Kandungan lemak dalam kacang sangat baik, mulai dari asam lemak monounsaturated dan polyunsaturated yang mampu menurunkan kadar kolesterol jahat Anda.

ASAM LEMAK OMEGA -3

Kebanyakan kacang kaya akan asam lemak omega-3 yang efektif mencegah berbagai macam penyakit jantung. Selain pada kacang, yang kita ketahui bahwa omega-3 juga bisa didapatkan pada ikan.

L- ARGININE

Kacang juga kaya l-arginine, yaitu senyawa yang dapat membantu kesehatan dinding pembuluh darah. Senyawa ini membuat dinding pembulu darah lebih fleksibel dan tidak gampang tersumbat.

SERAT

Seluruh jenis kacang-kacangan mengandung serat yang berguna untuk menurunkan kolesterol. Selain itu, serat juga akan membuat Anda merasa kenyang sehingga Anda tidak lagi makan berlebihan.

STEROL TUMBUHAN

Sterol tumbuhan (plant sterol) adalah jenis senyawa organik yang efektif menurunkan kadar kolesterol. Biasanya senyawa ini ditambahkan pada berbagai produk seperti margarin untuk menambahkan manfaat kesehatan.

Setiap jenis kacang memiliki manfaat berbeda. Karena itu Anda bisa memilihnya sesuai jenis pencegahan penyakit yang ingin dilakukan. Manfaat mengkonsumsi kacang-kacangan diantaranya adalah :

MENGENYANGKAN

Jika Anda ingin membawa camilan yang sehat dan mengenyangkan, Anda bisa mempertimbangkan kacang pistachio. Dalam 1 ons (setara dengan 28,35 gram) pistachio terkandung 160 kalori. Kandungan proteinnya juga cukup tinggi sehingga bisa mengenyangkan lebih lama.

MELANGSINGKAN 

Jika langsing adalah tujuan Anda, cobalah untuk ngemil kacang almond. Laporan yang dimuat dalam situs WebMD menyebutkan, meski jumlah kalorinya sama, kacang almond memiliki efek menurunkan berat badan.

SARAT ANTI OKSIDAN
Rasa yang gurih dan manis menjadi alasan kacang digemari. Padahal, yang tak kalah penting dari kacang adalah kandungan antioksidannya yang bisa mencegah penyakit jantung dan kanker.

PENURUN KOLESTEROL
Para peneliti dari Universitas Loma Linda, California, menemukan kacang almond, makadamia dan kacang pecans membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL).
Peneliti dari Kanada pada 2002 juga menemukan konsumsi 74 gram kacang almond setiap hari akan menurunkan LDL hingga 9,4%.

Almond memiliki dampak sangat positif dari kolesterol jahat. Studi membuktikan bahwa pasien yang makan almond 74 gram per hari dapat menurunkan kadar LDL (kolesterol jahat) sebesar 9,4%, sedangkan kacang macademia 90 gram sehari mengurangi LDL 5,3% dan kacang pecan 16,5%.

MENINGKATKAN KESUBURAN
Produksi sperma membutuhkan nutrisi spesifik yang kebanyakan tidak didapat dari menu modern, seperti selenium. Salah satu sumber selenium adalah kacang Brazil.
Dengan mengonsumsi dua atau tiga kacang Brasil yang kaya selenium tiap hari, dapat mengatasi masalah kesuburan.

MENCEGAH DIABETES
Beberapa penelitian menunjukkan kacang bisa membantu kita terhindar dari penyakit diabetes dan sindrom metabolik lainnya.
Menurut para peneliti, hal itu karena berkurangnya jumlah sel lemak (lipid) dalam darah dan berkurangnya kerusakan sel dan inflamasi.
Banyak bukti menunjukkan bahwa makan kacang tanah dapat melindungi terhadap diabetes dan sindrom metabolik lainnya, terutama batu empedu.
Kacang tanah dapat memberi perubahan yang menguntungkan dalam jumlah sel-sel lemak (lipid) dalam darah, ditambah kurangnya kerusakan sel dan inflamasi, sehingga baik untuk penderita diabetes tipa 2.

MENCEGAH PIKUN
Para peneliti dari Universitas Tuft, Boston, menemukan kandungan aplha-linolenic acid (ALA) pada kacang, dan juga polifenol yang berfungsi sebagai antioksidan, akan menghambat sinyal penyebab kerusakan pada jalur di otak.

Jenis kacang yang disarankan untuk mencegah penurunan daya ingat adalah almond dan kenari.

Makan 45 gram kacang kenari sehari dapat membantu gangguan memori terkait usia. kacang yang tinggi kandungan alpha-linolenic acid (ALA) dan polifenol lain yang bertindak sebagai antioksidan, dapat memblokir sinyal yang dapat menyebabkan kerusakan pada jalur otak.

MENCEGAH KANKER
Jenis vitamin E, Gamma-tocopherol, yang terdapat dalam kacang pistachio, diyakini para ahli mampu menurunkan risiko kanker paru. Mengonsumsi kacang pistachio secara rutin juga efektif untuk mencegah penyakit jantung karena bisa menurunkan kadar LDL.

Sementara itu, Gamma-tocopherol merupakan suatu bentuk vitamin E yang ditemukan di pistachio, dapat membantu mengurangi risiko kanker paru-paru.

Penelitian dari Departemen Epidemiologi di University of Texas menunjukkan bahwa makan pistachio setiap hari dapat bermanfaat untuk kanker paru-paru dan lainnya.

Dalam mengkonsumsi kacang sebaiknya  Tidak  terlalu berlebihan juga, pilih kacang yang tidak asin dan dalam jumlah kecil (segenggam sehari) . Beberapa jenis kacang, seperti walnut atau kenari mengandung 650 kalori. Selain dikonsumsi langsung, kacang juga bisa dihancurkan agak kasar dan menjadi taburan di atas makanan.
(dari berbagai sumber)